Majalah Jakarta Barat – Di tengah deretan gedung pencakar langit, hotel berbintang, dan pusat perbelanjaan modern Jakarta Pusat, Kampung Kebon Melati masih bertahan sebagai permukiman lama yang menyimpan jejak sejarah ibu kota. Kampung ini seolah menjadi pulau kecil kehidupan tradisional, terhimpit di antara laju pembangunan kawasan pusat bisnis yang terus bergerak tanpa henti.
Berada tak jauh dari kawasan Thamrin dan Tanah Abang, Kebon Melati menjadi contoh nyata kontras wajah Jakarta: modernitas yang menjulang tinggi berdampingan dengan gang-gang sempit, rumah padat, dan kehidupan warga yang sederhana.
Jejak Sejarah di Jantung Ibu Kota
Kampung Kebon Melati telah ada jauh sebelum Jakarta menjelma sebagai kota metropolitan. Warga setempat menyebut kampung ini sebagai permukiman turun-temurun, dihuni oleh keluarga yang telah menetap sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.
Nama “Kebon Melati” sendiri konon berasal dari kebun bunga melati yang dulu banyak tumbuh di kawasan tersebut. Seiring waktu, kebun-kebun itu hilang, berganti bangunan beton, namun identitas kampung tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
Terhimpit Pembangunan dan Nilai Ekonomi Tinggi
Pesatnya pembangunan kawasan pusat Jakarta membuat Kampung Kebon Melati kini terkepung gedung-gedung tinggi. Harga tanah di sekitarnya melonjak tajam, namun sebagian besar warga memilih bertahan meski hidup dalam keterbatasan ruang dan fasilitas.
“Kalau dilihat dari atas, kampung ini kecil sekali dibanding gedung-gedung sekitar,” ujar seorang warga yang telah tinggal di Kebon Melati sejak lahir. Menurutnya, tekanan ekonomi dan pembangunan kerap memunculkan kekhawatiran akan penggusuran atau alih fungsi lahan.

Baca juga: Pesawat Bawa 239 Orang Hilang Imbalan Rp 1,1 Triliun jika Menemukan
Kehidupan Warga di Balik Gang Sempit
Gang-gang sempit menjadi nadi kehidupan Kampung Kebon Melati. Di sanalah aktivitas warga berlangsung—anak-anak bermain, ibu-ibu bercengkerama, hingga pedagang kecil menggantungkan hidup. Meski ruang terbatas, ikatan sosial antarwarga masih kuat, menjadi modal utama bertahan di tengah kepungan kota modern.
Namun, kondisi padat penduduk membawa tantangan tersendiri, mulai dari drainase, sanitasi, hingga risiko kebakaran. Warga berharap perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada gedung-gedung megah, tetapi juga pada kampung-kampung lama yang masih hidup di pusat kota.
Antara Bertahan dan Tergusur
Kampung Kebon Melati berada di persimpangan jalan: bertahan sebagai permukiman tradisional atau tergeser oleh pembangunan. Sebagian warga berharap kampung mereka bisa ditata tanpa harus menghilangkan identitas dan keberadaan penduduk asli.
Program penataan kampung kota, revitalisasi lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup menjadi harapan agar Kebon Melati tidak sekadar menjadi “sisa masa lalu”, tetapi bagian dari wajah Jakarta yang inklusif.
Simbol Ketimpangan dan Keberagaman Kota
Keberadaan Kampung Kebon Melati menjadi simbol ketimpangan sekaligus keberagaman Jakarta. Di satu sisi, gedung-gedung mewah mencerminkan kemajuan ekonomi, di sisi lain kampung ini mengingatkan bahwa masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan di pusat ibu kota.
Bagi sebagian orang, Kebon Melati bukan sekadar permukiman, melainkan penjaga memori kota, saksi bisu perjalanan Jakarta dari masa ke masa.
Harapan Masa Depan Kampung Kota
Warga Kampung Kebon Melati berharap pemerintah dan pengembang dapat melihat kampung kota sebagai bagian penting dari ekosistem perkotaan, bukan hambatan pembangunan. Dengan penataan yang tepat, kampung ini bisa menjadi contoh harmoni antara modernitas dan kehidupan tradisional.
“Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami ingin tetap ada,” ungkap seorang tokoh warga. Harapan sederhana itu mencerminkan perjuangan banyak kampung lama di Jakarta yang ingin tetap hidup di tengah laju kota yang tak pernah berhenti.


![68cbdaa643875-ilustrasi-kebakaran_jakarta[1]](https://mijpp99.com/wp-content/uploads/2025/10/68cbdaa643875-ilustrasi-kebakaran_jakarta1-148x111.jpg)
![IMG_20250909_163845[1]](https://mijpp99.com/wp-content/uploads/2025/10/IMG_20250909_1638451-148x111.jpg)
![68dcd59c463ed-taman-bugar_1265_711[1]](https://mijpp99.com/wp-content/uploads/2025/10/68dcd59c463ed-taman-bugar_1265_7111-148x111.jpg)